Firman Tuhan

Mazmur 139 : 14,
"Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.''

Thursday, April 20, 2017

Artikel - Makna Paskah Yang Sesungguhnya







Paskah Dalam Perjanjian Lama

Di dalam Perjanjian Lama, Paskah atau "Passover" atau "Pesakh" (Ibrani) adalah perayaan pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir, di mana pada saat itu diadakan upacara roti tidak beragi dan persembahan anak sulung dengan upacara korban domba paskah, dan merupakan perintah Tuhan agar dikenang oleh Musa. Pada saat itu umat Allah merayakan Paskah dalam berbagai lambang, karena seperti yang dinyatakan dalam Kolose 2:17, "Semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. "

Ibrani 10:1, "Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya."

Hari raya pada masa Perjanjian Lama adalah bayangan dari apa yang akan datang, dan wujudnya adalah Kristus.

Paskah Dalam Tradisi Yahudi

Di dalam tradisi Yahudi yang lazim sampai saat ini, kepala keluarga mengucapkan puji-pujian lalu mengedarkan cawan anggur pertama. Makanan kecil disajikan sebagai hidangan pendahuluan. Kemudian cawan anggur yang kedua diedarkan. Lalu ada seorang anak laki-laki harus bertanya, "Apa arti semua upacara ini?" kepala keluarga menjawab dengan membacakan kitab  Ulangan 26:5-11.

Pembacaan kitab suci kemudian disambut dengan menyanyikan salah satu Mazmur, biasanya Mazmur 113-118. Sesudah kepala keluarga membagikan roti yang tidak beragi, daging anak domba dan kuah pahit, lalu cawan anggur yang ketiga diedarkan. Setelah semua selesai makan, mereka menyanyikan bagian kedua dari Mazmur. Biasanya nyanyian-nyanyian itu diakhiri dengan mengulang beberapa ayat tertentu. Perayaan ini diakhiri dengan cawan anggur keempat sebagai cawan perpisahan. Perjamuan Paskah Yahudi seperti itulah yang dirayakan bersama murid-murid-Nya.

Paskah Di Dalam Perjanjian Baru

Dalam Perjanjian Baru Paskah menunjukkan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Pengorbanan itu membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Hal ini hanya terjadi bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Paskah bisa disebut sebagai tindakan Allah yang mengasihi manusia yang sudah jatuh di dalam dosa, dengan mengorbankan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus.

Yesaya 59:1-2, “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

Yeremia 5:25, “Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.”

Dokter bisa membebaskan kita dari sakit penyakit (walaupun adakalanya dokter pun menyerah), bantuan keuangan dari seseorang mungkin bisa membebaskan kita dari masalah keuangan, aparat keamanan juga bisa membebaskan kita dari ancaman manusia yang memusuhi kita, tetapi yang bisa membebaskan kita dari kuasa dosa hanya Tuhan Yesus Kristus.

Roma 6:23, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

1.  Paskah Berbicara Tentang  Kuasa Kebangkitan

Banyak orang Kristen yang belum mengetahui bahwa makna Paskah selain membebaskan kita dari kuasa dosa, Paskah juga berbicara kebangkitan Kristus yang mana dengan kebangkitan-Nya, Ia menyatakan kuasa-Nya.

Yesus mempunyai kuasa untuk menyerahkan nyawa-Nya dan mengambil kembali nyawa-Nya. Di dalam Yohanes 10:17-18, Yesus berkata; "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

Tidak ada satupun mahluk yang dapat melakukan hal seperti itu, dan melalui kebangkitan-Nya Yesus Kristus membuktikan bahwa Ia adalah Allah, karena hanya Allahlah yang dapat menyerahkan dan mengambil nyawa-Nya sendiri. Jadi jika seseorang memahami makna Paskah yang sesungguhnya yaitu Paskah berbicara mengenai kuasa kebangkitan Yesus Kristus dan ia percaya, maka kehidupannya akan berbeda. Orang berdosa yang diselamatkan karena percaya; akan memiliki rasa takut akan Tuhan dan keyakinan penuh bahwa Kristus tinggal di dalam dia, maka satu-satunya kerinduan dan pikirannya adalah melakukan kehendak Tuhan serta memimpin orang-orang berdosa kepada Kristus.

2.  Paskah Berbicara Keagungan Allah Yang hebat

Kebangkitan Yesus mematahkan kuasa maut, maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Di dalam surat Roma 6:9 ada tertulis; "Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia."

Alam maut tidak sanggup menahan Yesus Kristus untuk tetap tinggal dalam alam maut. Yesus mematahkan kuasa maut dan mengalahkannya, hal itu membuktikan bahwa Yesus adalah Allah. Tidak ada makhluk apapun yang dapat mengalahkan maut selain Tuhan. Yesus menjamin kebangkitan orang-orang yang percaya kepada-Nya, seperti ada tertulis didalam 1 Korintus 15:21-22, "Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus."

Orang yang bersekutu dengan Adam itu artinya yang bersekutu dengan dosa dan ia akan mati, pada kehidupan selanjutnya pun akan tetap mati yaitu mati dalam kebinasaan kekal. Dan siapakah yang akan dibangkitkan dari kematian? Yaitu mereka orang-orang yang hidup dalam persekutuan dengan Kristus semasa hidup mereka dalam dunia ini.

1 Korintus 13:12, "Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal."

Paskah adalah pernyataan keagungan dan kebesaran kasih-Nya. Semakin sering kita merenungkan keagungan Allah semakin kita menyadari betapa sedikitnya kita mengetahui tentang Allah.

Rasul Paulus menulis di Filipi 3:10, "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,"

Dengan memiliki pemahaman yang benar tentang makna Paskah yang sesungguhnya, marilah kita ubah hidup kita. Tinggalkan cara hidup yang sia-sia, semua rasa sakit yang dirasakan manusia tidak sebanding dengan pengorbanan Yesus, jangan suam-suam kuku melainkan semakin bergairah untuk hidup sama seperti Kristus. Teruslah berdoa karena dengan banyak berdoa itu bukan membuat Tuhan semakin mengasihi  kita, melainkan membuat kita semakin mengasihi Tuhan.

Dengan demikian Tuhan sendiri yang akan terus mengisi jiwa kita dengan rasa takut yang kudus, sehingga keinginan berdosa tidak pernah bisa berkembang ataupun bersemi lagi didalam jiwa kita, sebaliknya kita semakin sungguh-sungguh hidup menjadi umat yang layak bagi Tuhan.


Selamat merayakan Paskah, kiranya Tuhan Yesus memberkati kita berlimpah-limpah.

Amin.


(oleh Kristus Ministry)
(sumber : hmministry.id)

No comments:

Post a Comment

Artikel Lainnya